RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Satuan pendidikan : MAN Model Palangka Raya
Mata Pelajaran : BIOLOGI
Kelas/semester : X / Ganjil
Materi pokok : FUNGI
Alokasi waktu : 3 x 45 menit
Kompetensi
Inti:
KI 1 : Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
KI 2 : Menghargai
dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi,
gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
KI
3: Memahami dan menerapkan pengetahuan
(faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang
ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak
mata.
KI 4: Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah
konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah
abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan
yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.
A. Kompetensi Dasar
3.5 Menerapkan prinsip
klasifikasi untuk menggolongkan protista berdasarkan ciri-ciri umum kelas dan
peranya dalam kehidupan melalui pengamatan secara teliti dan sistematis.
Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)
1. Menjelaskan ciri-ciri umum fungi
2. Menjelaskan klasifikasi fungi.
3.
Menjelaskan
peranan fungi bagi kehidupan.
Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat menjelaskan ciri-ciri umum fungi.
2. Siswa dapat menjelaskan klasifikasi fungi.
3.
Siswa dapat
menjelaskan peranan protista mirip hewan
bagi kehidupan.
B. Materi Pembelajaran
Ø
Materi Pokok
o FUNGI
Ø
Sub- sub materi
o Ciri-ciri umum
fungi.
o Klasifikasi fungi.
o Peranan fungi bagi kehidupan.
C. Metode Pembelajaran
Pendekatan : Pendekatan ilmiah (scientifict approach)
Model : Kooperatif Jigsaw
Metode :- Ceramah dan
diskusi
-
Eksperimen
D. Media, Alat, dan Sumber
Pembelajaran
1. Media
LCD dan papan tulis
2. Sumber Belajar
-
Buku Biologi
kelas X SMA/MA
-
Slide power
point
-
Internet
3.
Alat dan Bahan
|
No
|
Alat dan Bahan
|
Jumlah
|
|
1
|
Mikroskop
|
Secukupnya
|
|
2
|
Kaca benda dan kaca penutup
|
Secukupnya
|
|
3
|
Lup dan tusuk gigi
|
Secukupnya
|
|
4
|
Tempe atau roti kadaluarsa
|
Secukupnya
|
|
5
|
Ascus cup
|
Secukupnya
|
|
6
|
Jamur kuping, jamur kayu, jamur tiram
|
Secukupnya
|
Langkah-Langkah
Pembelajaran pertemuan ke-1 (1x45 menit)
1. Kegiatan Pendahuluan (5 Menit)
Ø Guru
mengucapkan salam kepada peserta didik
Ø Guru
mengabsensi kehadiran peserta didik
Ø Guru menuntun mengucapkan basmallah bersama sebelum
memulai pembelajaran
Ø Guru
memberikan apersepsi dengan menanyakan “pernahkan kalian mengkonsumsi tempe, tapai
maupun kecap?
Ø Harapan
guru, peserta didik langsung
menyampaikan beberapa pendapat dan sebagian besarnya menjawab pernah.
Ø Guru kemudian menyampaiakan hubungan antara apersepsi
tersebut dengan materi yang akan dipelajari, bahwa pada beberapa contoh makanan
tersebut mengandung jenis jamur dalam proses pembuatannya.
Ø Guru memberikan kejelasan tentang topik materi yang
akan dipelajari, dengan menampilkan judul tentang ”Fungi’
Ø Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan
kali ini
2. Kegiatan inti (30 menit)
Menanya
- Guru menanyakan tentang apa yang kalian ketahui tentang jamur di
lingkungan sekitar kalian? (untuk mengetahui ciri-ciri umum jamur)
- Guru kemudian menanyakan apakah semua jamur bersifat makroskopis dan bisa dilihat dengan
mata langsung ataukah ada yang bersifat mikroskopis? (untuk mengetahui
pengelompokan jamur)
Mengeksplorasi
-
Kemudian guru memberikan waktu untuk peserta didik
bereksplorasi dengan mengamati gambar terkait ciri-ciri dan pengelompokan
masing-masing fungi/jamur
-
Kemudian peserta didik memberikan penjelasan tentang ciri dan klasifikasi fungi
tersebut secara aktif dengan bantuan dorongan atau ajakan guru
-
Guru selanjutnya
menjelaskan ulang secara singkat tentang ciri dan klasifikasi fungi kepada
peserta didik
Mengasosiasi
-
Kemudian guru
melanjutkan penjelasan singkat terkait penanan jamur bagi kehidupan baik yang
bersifat menguntungkan maupun merugikan
-
Peserta didik
dibimbing untuk bisa menyebutkan ciri-ciri dan klasifikasi fungi berdasarkan
yang telah dipelajari
Mengomunikasi
- Peserta didik memberikan kesimpulan terkait materi fungi tersebut dan
memberikan contoh dalam kehidupan nyata yang berhubungan
- Guru membagikan kelompok untuk pertemuan
selanjutnya dengan pembahasan materi yang sama namun dilakukan secara
eksperimen di laboratorium
- Guru memberikan tugas untuk membawa beberapa
bahan dalam pengamatan jamur pada setiap kelompok yaitu tempe atau roti tawar
basi, dan beberapa jenis jamur yang makroskopis
3. Kegiatan penutupan (10 menit)
Ø Guru membimbing peserta didik untuk
menyimpulkan materi pembelajaran dan mengaitkan dengan ajaran agama agar
siswa menjadi lebih bersyukur.
Ø Guru menutup pembelajaran dengan menuntun peserta didik
mengucap hamdallah bersama-sama
Ø Guru bersiap meninggalkan kelas dan mengucapkan salam
Langkah-langkah Pembelajaran pertemuan ke-2 (2 x 45
menit)
1.
Kegiatan
Pendahuluan (10
Menit)
Ø Guru
mengucapkan salam kepada peserta didik
Ø Guru
mengabsensi kehadiran peserta didik
Ø Guru menuntun mengucapkan basmallah bersama
Ø Guru mempersiapkan semua kelompok sebelum melakukan
persiapan selanjutnya
Ø Guru
mengulas sedikit aturan pengamatan sebelum memulai
pengamatan
Ø Guru memberikan penjelasan terkait prosedur kerja
pengamatan terhadap alat dan bahan yang dibawa oleh masing-masing kelompok
Ø Guru menyampaikan tujuan pengamatan
2.
Kegiatan
inti (70 menit)
Mengamati
-
Guru mempersilahkan masing-masing kelompok untuk memulai
pengamatan berdasarkan prosedur yang telah dijelaskan
-
Guru kemudian
mengamati masing-masing kelompok yang bekerja dengan efektif sambil mengarahkan
agar peserta didik tidak kebingungan
Menanya
- Guru menanyakan apabila ada yang mengalami kesulitan dalam pengamatan
boleh bertanya dan menyampaikan keluhan agar pengamatan dapat berjalan sesuai
harapan.
- Guru kemudian menanyakan tentang hasil pengamatan bagi kelompok yang telah mendapatkan
hasil agar dapat dijadikan contoh kelompok lainnya
Mengeksplorasi
-
Kemudian peserta didik melakukan diskusi bersama terkait tentang gambar pengamatan yang
telah didapatkan
-
Kemudian peserta didik yang lain dalam kelompoknya
masing-masing siap untuk menggambar hasil pengamatan beserta keterangannya atau
sesuai berdasarkan perintah pada LKS yang diberikan
Mengasosiasi
-
Setelah melakukan
pengamatan masing-masing kelompok dipersilahkan guru untuk melengkapi hasil
pengamatannya pada lembar laporan sementara kelompok
-
Guru memberikan
paraf terhadap kelompok yang telah melakukan pengamatan dengan baik
Mengomunikasi
- Guru
menyampaikan hasil pengamatan dengan menghubungkan pada materi-materi fungi yang telah
dipelajari serta memberikan salah satu contoh atau peristiwa nyata yang ada di
lingkungan sekitar
3. Kegiatan penutupan (10 menit)
Ø Guru membimbing peserta didik untuk
menyimpulkan tentang hasil pengamatan dan teori yang dipelajari.
Ø Guru memberikan motivasi belajar
terhadap semua materi yang telah dipelajari untuk mempersiapkan diri mereka
sebelum UAS
Ø Guru mengakhiri
materi fungi sambil menyampaikan hal-hal penting terkait pertemuan-pertemuan
dalam proses pembelajaran
Ø Guru mengakhiri pelajaran dengan menuntun peserta
didik mengucapkan hamdallah bersama
Ø Guru mengucapkan
sampai jumpa dan salam.
E.
Penilain
Hasil Belajar
1.
Jenis / Teknik
Penilaian
a) Observasi Sikap
b)
Pengamatan
eksperimen
2.
Penilaian Produk
a) Instrumen
tes menggunakan tes tertulis dan
pilihan ganda
|
Metode
|
Bentuk Innstrumen
|
|
Sikap
|
Lembar Pengamatan
Sikap dan Rubrik
|
|
Tes Unjuk
Kerja
|
Tes
Penilaian
|
|
Tes
Tertulis
|
Tes Uraian
|
1. Lembar
Pengamatan
Lembar Penilaian
sikap pada Praktikum
|
No.
|
Nama
Peserta didik
|
Disiplin
|
Teliti
|
Hati hati
|
Kreatif
|
Inovatif
|
JumlSkor
|
|
1
|
|
|
|
|
|
|
|
|
2
|
|
|
|
|
|
|
|
|
3
|
|
|
|
|
|
|
|
Lembar penilaian
sikap/perilaku saat berdiskusi
|
No.
|
Nama Peserta didik
|
Kerja sama
|
Santun
|
Toleran
|
Proaktif
|
Bijaksana
|
Jumlah Skor
|
|
1
|
|
|
|
|
|
|
|
|
2
|
|
|
|
|
|
|
|
|
3
|
|
|
|
|
|
|
|
Lampiran I
MATERI
Ciri umum dan
struktur tubuh Fungi
1. Bentuk tubuh ada yang uniseluler dan ada yang multiseluler.
2. Bentuk tubuh jamur yang bersel satu umumnya bulat, sedangkan jamur
yang bersel banyak tersusun atas kumpulan benang (hifa) yang disebut miselium.
3. Jenis hifa yang membangun tubuh jamur multiseluler ada yang
bersekat dan ada yang tidak bersekat (hifa coenositik). Fungsi hifa adalah
untuk menyerap nutrisi dan sebagai alat reproduksi vegetatif (membentuk alat
pembiakan vegetatif berupa sporangium dan konidium).
4. Habitat jamur umumnya di daratan terutama di tempat-tempat yang
lembab.
5. Struktur sel eukariotik, memiliki dinding sel yang terbuat dari
kitin.
6. Cara hidup ada yang saprofit (menguraikan sampah organik),
parasitik (merugikan organisme lain karena mengambil makanan dari makhluk yang
ditumpanginya) dan simbiosis (hidup bersama dengan makhluk hidup lain).
KLASIFIKASI
JAMUR
Kingdom fungi dibagi menjadi lima divisi yang berbeda dalam hal struktur hifa dan struktur penghasil spora, terdiri dari yaitu:
Kingdom fungi dibagi menjadi lima divisi yang berbeda dalam hal struktur hifa dan struktur penghasil spora, terdiri dari yaitu:
A. Zygomycotina
Zigomycotina
memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
·
Hifa tidak bersekat dan
bersifat koenositik (mempunyai beberapa inti).
·
Dinding sel tersusun
dari kitin.
·
Reproduksi aseksual dan
seksual.
·
Hifa berfungsi untuk menyerap
makanan, yang disebut rhizoid.
Contoh:
* Rhizopus oligoporus (jamur
tempe);
* Rhizopus nigricans.
B. Ascomycotina
Ascomycotina
memiliki ciri-ciri, antara lain :
·
Hifa bersekat-sekat dan
di tiap sel biasanya berinti satu.
·
Bersel satu atau bersel
banyak.
·
Beberapa jenis
Ascomycotina dapat bersimbiosis dengan ganggang hijau dan ganggang biru
membentuk lumut kerak.
·
Mempunyai alat
pembentuk spora yang disebut askus, yaitu suatu sel yang berupa gelembung atau
tabung tempat terbentuknya askospora. Askospora merupakan hasil dari reproduksi
generatif.
·
Dinding sel dari zat
kitin.
·
Reproduksi seksual dan
aseksual.
Contoh:
* Sacharomyces cereviceae,
untuk pembuatan roti.
* Penicillium chrysogenum,
untuk pembuatan antibiotik penisilin.
* Ascobolus, jamur makroskopis pada batang pohon lembab berbentuk
seperti mangkuk
C. Basidiomycotina
Basidiomycotina
memiliki ciri-ciri, antara lain :
·
Hifanya bersekat,
mengandung inti haploid.
·
Mempunyai tubuh buah
yang bentuknya seperti payung yang terdiri dari bagian batang dan tudung.
·
Pada bagian bawah
tudung tampak adanya lembaran-lembaran (bilah) yang merupakan tempat
terbentuknya basidium.
·
Tubuh buah disebut
basidiokarp.
Contoh:
a. Volvariella volvacea (jamur merang), enak dimakan.
b. Auricularia politricha (jamur kuping), enak dimakan.
c. Amanita caesarina, enak dimakan.
d. Amanita verma, beracun.
e. Ganoderma applanatum (jamur kayu).
D. Deuteromycotina
Ciri-ciri
Deuteromycotina :
·
Hifa bersekat dan
dinding sel tersusun dari bahan kitin.
·
Terbentuk spora secara vegetatif
dan belum diketahui fase kawinnya (jamur tidak sempurna atau imperfekti.
·
Reproduksi aseksual
dengan konidium dan seksual belum diketahui.
·
Banyak yang bersifat
merusak atau menyebabkan penyakit pada hewan-hewan ternak, manusia, dan tanaman
budidaya.
Contoh:
1. Epidermophyton floocosum, menyebabkan kutu air.
2. Epidermophyton microsporum, penyebab penyakit kurap.
3. Melazasia fur-fur, penyebab
panu.
Reproduksi
Jamur
1. ZYGOMYCOTINA
§ Reproduksi Aseksual
Zygomycotina
melakukan reproduksi secara aseksual dengan menggunakan spora vegetatif. Siklus
hidupnya adalah sebagai berikut :
1. Ujung hifa membentuk gelembung sporangium
yang menghasilkan spora.
2. Bila spora jatuh di tempat yang cocok akan
tumbuh menjadi hifa baru.
3. Hifa bercabang-cabang membentuk miselium.
4. Tubuh jamur terdiri dari rhizoid,
sporangiofor dengan sporangiumnya
5. Sporangium menghasilkan spora baru.
§ Reproduksi Seksual
Proses reproduksi seksual pada
Zygomycotina adalah sebagai berikut :
1. Dua
ujung hifa yang berbeda, yaitu hifa (–) dan hifa (+) bersentuhan.
2. Kedua
ujung hifa menggelembung membentuk gametangium yang terdapat banyak inti
haploid.
3. Inti
haploid gametangium melebur membentuk zigospora diploid.
4. Zigospora berkecambah tumbuh menjadi
sporangium.
5. Di
dalam sporangium terjadi meiosis dan menghasilkan spora haploid. Spora haploid
keluar, jika jatuh di tempat cocok akan tumbuh menjadi hifa.
Berikut
gambar daur hidup Zygomycotina :
![]() |
2. ASCOMYCOTINA
Reproduksi
dapat dilakukan secara vegetatif (aseksual) dan generative (seksual).
§ Reproduksi Aseksual
Ø Bersel
Satu (Uniselluler) Dengan membentuk tunas, misalnya pada Sacharomyces
cereviceae.
Ø Bersel
Banyak (Multiseluler) Dengan konidia (konidiospora), misalnya pada Penicillium.
Ø Konidiospora,
yaitu spora yang dihasilkan secara berantai berjumlah empat butir oleh ujung
suatu hifa, hifa tersebut disebut konidiofor.
§ Reproduksi Seksual
Ø Bersel
satu
1. Konjugasi
antara dua gametangia (misalnya dua sel Sacharomyces, berfungsi sebagai
gametangia), menghasilkan zigot diploid (2n).
2. Zigot
membesar menjadi askus.
3. Di
dalam askus terbentuk delapan askospora yang tersusun dalam dua jalur atau satu
jalur.
4. Di
dalam askus terjadi meiosis dan terbentuk empat askospora haploid (n).
Ø Bersel
banyak
1. Hifa
membentuk antheridium dan askogonium (oogonium).
2. Askogonium
membentuk tonjolan yang disebut trikogen yang menghubungkan antara askogonium
dan antheridium.
3. Inti-inti
askogonium berpasangan dan inti tersebut membelah membentuk hifa yang berisi
satu pasang inti (hifa dikarion= hifa berinti dua).
4. Hifa
dikarion kemudian memanjang dan membentuk miselium yang akan membentuk badan
buah.
5. Selanjutnya
ujung-ujung dikarion membentuk askus.
6. Dua
inti sel bersatu, kemudian mengadakan pembelahan meiosis, sehingga terbentuk
askospora yang haploid.
![]() |
Gambar siklus hidup Ascomycotina
3. BASIDIOMYCOTINA
Reproduksi
secara seksual dan aseksual.
Miselium
ada 3 macam, yaitu:
1.
Miselium primer, yaitu miselium yang sel-selnya berinti satu hasil pertumbuhan
basidiospora.
2.
Miselium sekunder, yaitu miselium yang sel-selnya berinti dua.
3. Miselium tersier, yaitu miselium yang terdiri
atas miselium sekunder yang terhimpun membentuk jaringan yang teratur pada
pembentukan basidiokarp dan basidiofor yang menghasilkan basidiospora.
§ Aseksual
Ø Dengan
membentuk spora vegetatif berupa konidia atau dengan fragmentasi.
§ Seksual
Proses reproduksi seksual pada
Basidiomycotina adalah sebagai berikut :
1. Spora
berinti haploid (+) dan haploid (–) tumbuh menjadi hifa (+) dan hifa (–).
2. Hifa
(+) dan hifa (–) akan melebur menjadi hifa dikariotik (2 inti).
3. Hifa
dikariotik tumbuh menjadi miselium dan akhirnya membentuk tubuh buah
(basidiokarp).
4. Ujung-ujung
hifa pada basidiokarp menggelembung (disebut basidium) dan dua inti haploid
menjadi satu inti diploid.
5. Inti
diploid membelah secara meiosis menjadi 4 inti haploid. Basidium membentuk 4
tonjolan dan masing-masing tonjolan diisi 1 inti haploid yang akan berkembang
menjadi spora disebut basidiospora.
6.
![]() |
Basidiospora yang sudah masak akan terlepas dari basidium dan jika jatuh di tempat yang cocok akan tumbuh menjadi hifa.
Gambar
daur hidup Basidiomycotina
4.
DEUTEROMYCOTINA
Reproduksi
aseksual jamur ini dengan cara menghasilkan konidia, blastophora ( membentuk
tunas ), dan arthrospora ( membentuk spora dengan benang hifa ). Cara
reprodukasi seksualnya belum diketahui, sehingga dinamakan Fungi Imperfecti atau Jamur tidak sempurna. Sebagian besar jenis jamur ini bersifat parasit, dan
sebagai penyebab penyakit-penyakit kulit pada manusia seperti penyakit kaki
atlit, panu, kurap, kutu air dan lain sebagainya.
Lembar
Kerja Siswa (LKS)
Mata Pelajaran : Biologi
Kelas : X
Materi pokok : Pengamatan Ciri-Ciri Morfologi Jamur
Guru Mata
Pelajaran : Muhammad Nuruddin
Kelompok :
1.
.................................
2.
.................................
3.
.................................
4.
.................................
5.
.................................
6.
.................................
7.
.................................
-
Alat dan
Bahan
|
No
|
Alat dan Bahan
|
Jumlah
|
|
1
|
Mikroskop
|
Secukupnya
|
|
2
|
Kaca benda dan kaca penutup
|
Secukupnya
|
|
3
|
Lup dan tusuk gigi
|
Secukupnya
|
|
4
|
Tempe atau roti tawar basi
|
Secukupnya
|
|
5
|
Ascus cup
|
Secukupnya
|
|
6
|
Jamur kuping, jamur kayu, jamur tiram
|
Secukupnya
|
-
Prosedur
kerja pengamatan;
A. Pengamatan Jamur Zygomycotina
1.
Untuk mengamati
jamur pada tempe, anda harus menggunakan tusuk gigi atau jarum untuk mengambil
bintik hitam pada permukaan-permukaan tempe.
2.
Kemudian anda
teteskan aquades diatas kaca benda lalu bintik hitam tersebut diletakan pada
kaca benda yang telah diberi aquades,dan tutup dengan kaca penutup.
3.
Lalu amati
morfologi jamur tempe tersebut dibawah mikroskop dengan hati-hati dan seksama
4.
Gambar hasil
pengamatan anda dan beri keterangan morfologi jamur tersebut pada lembaran
laporan kelompok anda.
B. Pengamatan jamur Ascomycotina (Makroskopis)
1.
Mengambil jenis
jamur makro yang tergolong Ascomycotina, apabila bahan atau contohnya tersedia
yakni ascus cup, jika tidak maka
pengamatan dilanjutkan pada jenis basidiomycota.
2.
Untuk mengamati
morfologi jamur ini perlu menggunakan Lup (kaca pembesar), lalu gambarlah
beserta keterangannya pada lembar laporan kelompok anda.
3.
Perlu diketahui
: jamur yang tergolong Ascomycotina ini ada yang bersifat mikroskopis,
diantaranya ialah Saccharomyces untuk
pembuatan tapai dan roti, dan Aspergillus
wentii untuk pembuatan kecap
C. Pengamatan jamur Basidiomycotina
1.
Mengambil jamur
tiram, atau jamur kayu, maupun jamur kuping yang telah anda bawa untuk diamati
2.
Lakukan
pengamatan terhadap morfologi jamur tersebut, lalu gambarlah dan berikan
keterangannya pada lembar laporan kelompok anda.
Tabel Hasil
Pengamatan
|
No
|
Pengelompokan
Jamur (fungi)
|
Contoh
jamur beserta gambar hasil pengamatan
|
Keterangan
Morfologi
|
|
1.
|
Zygomycotina
|
|
|
|
2.
|
Ascomycotina
|
|
|
|
3.
|
Basidiomycotina
|
|
|
|
4.
|
Deuteromycotina
|
|
|



Tidak ada komentar:
Posting Komentar