Kamis, 07 Januari 2016

RPP FUNGI 2013

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Satuan pendidikan             : MAN Model Palangka Raya
Mata Pelajaran                   : BIOLOGI         
Kelas/semester                   : X / Ganjil
Materi pokok                     : FUNGI
Alokasi waktu                   : 3 x 45 menit

Kompetensi Inti:
KI 1  : Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
KI 2  : Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
KI 3:   Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
KI 4:   Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.
A.  Kompetensi Dasar
3.5  Menerapkan prinsip klasifikasi untuk menggolongkan protista berdasarkan ciri-ciri umum kelas dan peranya dalam kehidupan melalui pengamatan secara teliti dan sistematis.
Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)
1.    Menjelaskan ciri-ciri umum fungi
2.    Menjelaskan klasifikasi fungi.
3.    Menjelaskan peranan fungi bagi kehidupan.
Tujuan Pembelajaran
1.    Siswa dapat menjelaskan ciri-ciri umum fungi.
2.    Siswa dapat menjelaskan klasifikasi fungi.
3.    Siswa dapat menjelaskan peranan protista mirip hewan bagi kehidupan.

B.  Materi Pembelajaran
Ø Materi Pokok
o  FUNGI
Ø Sub- sub materi
o  Ciri-ciri umum fungi.
o  Klasifikasi fungi.
o  Peranan fungi bagi kehidupan.

C.  Metode Pembelajaran
Pendekatan : Pendekatan ilmiah (scientifict approach)
Model         : Kooperatif Jigsaw
Metode       :- Ceramah dan diskusi
-  Eksperimen

D.  Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran
1.    Media LCD dan papan tulis
2.    Sumber Belajar
-          Buku Biologi kelas X SMA/MA
-          Slide power point
-          Internet
3.    Alat dan Bahan
No
Alat dan Bahan
Jumlah
1
Mikroskop
Secukupnya
2
Kaca benda dan kaca penutup
Secukupnya
3
Lup dan tusuk gigi
Secukupnya
4
Tempe atau roti kadaluarsa
Secukupnya
5
Ascus cup
Secukupnya
6
Jamur kuping, jamur kayu, jamur tiram
Secukupnya





Langkah-Langkah Pembelajaran pertemuan ke-1 (1x45 menit)
1.    Kegiatan Pendahuluan (5 Menit)
Ø  Guru mengucapkan salam kepada peserta didik
Ø  Guru mengabsensi kehadiran peserta didik
Ø  Guru menuntun mengucapkan basmallah bersama sebelum memulai pembelajaran
Ø  Guru memberikan apersepsi dengan menanyakan “pernahkan kalian mengkonsumsi tempe, tapai maupun kecap?
Ø  Harapan guru, peserta didik langsung menyampaikan beberapa pendapat dan sebagian besarnya menjawab pernah.
Ø  Guru kemudian menyampaiakan hubungan antara apersepsi tersebut dengan materi yang akan dipelajari, bahwa pada beberapa contoh makanan tersebut mengandung jenis jamur dalam proses pembuatannya.
Ø  Guru memberikan kejelasan tentang topik materi yang akan dipelajari, dengan menampilkan judul tentang ”Fungi’
Ø  Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan kali ini
2.    Kegiatan inti (30 menit)
Menanya
-       Guru menanyakan tentang apa yang kalian ketahui tentang jamur di lingkungan sekitar kalian? (untuk mengetahui ciri-ciri umum jamur)
-       Guru kemudian menanyakan apakah semua jamur bersifat makroskopis dan bisa dilihat dengan mata langsung ataukah ada yang bersifat mikroskopis? (untuk mengetahui pengelompokan jamur)
Mengeksplorasi
-       Kemudian guru memberikan waktu untuk peserta didik bereksplorasi dengan mengamati gambar terkait ciri-ciri dan pengelompokan masing-masing fungi/jamur
-       Kemudian peserta didik memberikan penjelasan tentang ciri dan klasifikasi fungi tersebut secara aktif dengan bantuan dorongan atau ajakan guru
-       Guru selanjutnya menjelaskan ulang secara singkat tentang ciri dan klasifikasi fungi kepada peserta didik
Mengasosiasi
-       Kemudian guru melanjutkan penjelasan singkat terkait penanan jamur bagi kehidupan baik yang bersifat menguntungkan maupun merugikan
-       Peserta didik dibimbing untuk bisa menyebutkan ciri-ciri dan klasifikasi fungi berdasarkan yang telah dipelajari
Mengomunikasi
-  Peserta didik memberikan kesimpulan terkait materi fungi tersebut dan memberikan contoh dalam kehidupan nyata yang berhubungan
-   Guru membagikan kelompok untuk pertemuan selanjutnya dengan pembahasan materi yang sama namun dilakukan secara eksperimen di laboratorium
-   Guru memberikan tugas untuk membawa beberapa bahan dalam pengamatan jamur pada setiap kelompok yaitu tempe atau roti tawar basi, dan beberapa jenis jamur yang makroskopis
3.    Kegiatan penutupan (10 menit)
Ø  Guru membimbing peserta didik untuk menyimpulkan materi pembelajaran dan mengaitkan dengan ajaran agama agar siswa menjadi lebih bersyukur
Ø  Guru menutup pembelajaran dengan menuntun peserta didik mengucap hamdallah bersama-sama
Ø  Guru bersiap meninggalkan kelas dan mengucapkan salam

Langkah-langkah Pembelajaran pertemuan ke-2 (2 x 45 menit)
1.        Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
Ø  Guru mengucapkan salam kepada peserta didik
Ø  Guru mengabsensi kehadiran peserta didik
Ø  Guru menuntun mengucapkan basmallah bersama
Ø  Guru mempersiapkan semua kelompok sebelum melakukan persiapan selanjutnya
Ø  Guru mengulas sedikit aturan pengamatan sebelum memulai pengamatan
Ø  Guru memberikan penjelasan terkait prosedur kerja pengamatan terhadap alat dan bahan yang dibawa oleh masing-masing kelompok
Ø  Guru menyampaikan tujuan pengamatan
2.        Kegiatan inti (70 menit)
Mengamati
-       Guru mempersilahkan masing-masing kelompok untuk memulai pengamatan berdasarkan prosedur yang telah dijelaskan
-       Guru kemudian mengamati masing-masing kelompok yang bekerja dengan efektif sambil mengarahkan agar peserta didik tidak kebingungan
Menanya
-       Guru menanyakan apabila ada yang mengalami kesulitan dalam pengamatan boleh bertanya dan menyampaikan keluhan agar pengamatan dapat berjalan sesuai harapan.
-       Guru  kemudian menanyakan tentang hasil pengamatan bagi kelompok yang telah mendapatkan hasil agar dapat dijadikan contoh kelompok lainnya
Mengeksplorasi
-       Kemudian peserta didik melakukan diskusi bersama terkait tentang gambar pengamatan yang telah didapatkan
-       Kemudian peserta didik yang lain dalam kelompoknya masing-masing siap untuk menggambar hasil pengamatan beserta keterangannya atau sesuai berdasarkan perintah pada LKS yang diberikan
Mengasosiasi
-       Setelah melakukan pengamatan masing-masing kelompok dipersilahkan guru untuk melengkapi hasil pengamatannya pada lembar laporan sementara kelompok
-       Guru memberikan paraf terhadap kelompok yang telah melakukan pengamatan dengan baik
Mengomunikasi
-   Guru menyampaikan hasil pengamatan dengan menghubungkan pada materi-materi fungi yang telah dipelajari serta memberikan salah satu contoh atau peristiwa nyata yang ada di lingkungan sekitar
3.      Kegiatan penutupan (10 menit)
Ø  Guru membimbing peserta didik untuk menyimpulkan tentang hasil pengamatan dan teori yang dipelajari
Ø  Guru memberikan motivasi belajar terhadap semua materi yang telah dipelajari untuk mempersiapkan diri mereka sebelum UAS
Ø  Guru mengakhiri materi fungi sambil menyampaikan hal-hal penting terkait pertemuan-pertemuan dalam proses pembelajaran
Ø  Guru mengakhiri pelajaran dengan menuntun peserta didik mengucapkan hamdallah bersama
Ø  Guru mengucapkan sampai jumpa dan salam.

E.  Penilain Hasil Belajar
1.    Jenis / Teknik Penilaian
a)    Observasi  Sikap
b)   Pengamatan eksperimen



2.    Penilaian Produk
a)    Instrumen tes menggunakan tes tertulis dan pilihan ganda
Metode
Bentuk Innstrumen
Sikap
Lembar Pengamatan Sikap dan Rubrik
Tes Unjuk Kerja
Tes Penilaian
Tes Tertulis
Tes Uraian

1.      Lembar Pengamatan
Lembar Penilaian sikap pada Praktikum
No.
Nama
Peserta didik
Disiplin
Teliti
Hati hati
Kreatif
Inovatif
JumlSkor
1







2







3








Lembar penilaian sikap/perilaku saat berdiskusi
No.
Nama Peserta didik
Kerja sama
Santun
Toleran
Proaktif
Bijaksana
Jumlah Skor
1







2







3











Lampiran I
MATERI
Ciri umum dan struktur tubuh Fungi
1.      Bentuk tubuh ada yang uniseluler dan ada yang multiseluler.
2.      Bentuk tubuh jamur yang bersel satu umumnya bulat, sedangkan jamur yang bersel banyak tersusun atas kumpulan benang (hifa) yang disebut miselium.
3.      Jenis hifa yang membangun tubuh jamur multiseluler ada yang bersekat dan ada yang tidak bersekat (hifa coenositik). Fungsi hifa adalah untuk menyerap nutrisi dan sebagai alat reproduksi vegetatif (membentuk alat pembiakan vegetatif berupa sporangium dan konidium).
4.      Habitat jamur umumnya di daratan terutama di tempat-tempat yang lembab.
5.      Struktur sel eukariotik, memiliki dinding sel yang terbuat dari kitin.
6.      Cara hidup ada yang saprofit (menguraikan sampah organik), parasitik (merugikan organisme lain karena mengambil makanan dari makhluk yang ditumpanginya) dan simbiosis (hidup bersama dengan makhluk hidup lain).
KLASIFIKASI JAMUR       
Kingdom fungi dibagi menjadi lima divisi yang berbeda dalam hal struktur hifa dan struktur penghasil spora, terdiri dari yaitu:
A.    Zygomycotina
Zigomycotina memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
·         Hifa tidak bersekat dan bersifat koenositik (mempunyai beberapa inti).
·         Dinding sel tersusun dari kitin.
·         Reproduksi aseksual dan seksual.
·         Hifa berfungsi untuk menyerap makanan, yang disebut rhizoid.
Contoh:
    * Rhizopus oligoporus (jamur tempe);
    * Rhizopus nigricans.
B.  Ascomycotina
Ascomycotina memiliki ciri-ciri, antara lain :
·         Hifa bersekat-sekat dan di tiap sel biasanya berinti satu.
·         Bersel satu atau bersel banyak.
·         Beberapa jenis Ascomycotina dapat bersimbiosis dengan ganggang hijau dan ganggang biru membentuk lumut kerak.
·         Mempunyai alat pembentuk spora yang disebut askus, yaitu suatu sel yang berupa gelembung atau tabung tempat terbentuknya askospora. Askospora merupakan hasil dari reproduksi generatif.
·         Dinding sel dari zat kitin.
·         Reproduksi seksual dan aseksual.
Contoh:
    * Sacharomyces cereviceae, untuk pembuatan roti.
    * Penicillium chrysogenum, untuk pembuatan antibiotik penisilin.
    * Ascobolus, jamur makroskopis pada batang pohon lembab berbentuk seperti mangkuk
C.     Basidiomycotina
Basidiomycotina memiliki ciri-ciri, antara lain :
·         Hifanya bersekat, mengandung inti haploid.
·         Mempunyai tubuh buah yang bentuknya seperti payung yang terdiri dari bagian batang dan tudung.
·         Pada bagian bawah tudung tampak adanya lembaran-lembaran (bilah) yang merupakan tempat terbentuknya basidium.
·         Tubuh buah disebut basidiokarp.
Contoh:
a. Volvariella volvacea (jamur merang), enak dimakan.
b. Auricularia politricha (jamur kuping), enak dimakan.
c. Amanita caesarina, enak dimakan.
d. Amanita verma, beracun.
e. Ganoderma applanatum (jamur kayu).
D.    Deuteromycotina
Ciri-ciri Deuteromycotina :
·         Hifa bersekat dan dinding sel tersusun dari bahan kitin.
·         Terbentuk spora secara vegetatif dan belum diketahui fase kawinnya (jamur tidak sempurna atau imperfekti.
·         Reproduksi aseksual dengan konidium dan seksual belum diketahui.
·         Banyak yang bersifat merusak atau menyebabkan penyakit pada hewan-hewan ternak, manusia, dan tanaman budidaya.
Contoh:
   1. Epidermophyton floocosum, menyebabkan kutu air.
   2. Epidermophyton microsporum, penyebab penyakit kurap.
   3. Melazasia fur-fur, penyebab panu.



Reproduksi Jamur
1.      ZYGOMYCOTINA
§  Reproduksi Aseksual
Zygomycotina melakukan reproduksi secara aseksual dengan menggunakan spora vegetatif. Siklus hidupnya adalah sebagai berikut :
 1. Ujung hifa membentuk gelembung sporangium yang menghasilkan spora.
 2. Bila spora jatuh di tempat yang cocok akan tumbuh menjadi hifa baru.
 3. Hifa bercabang-cabang membentuk miselium.
 4. Tubuh jamur terdiri dari rhizoid, sporangiofor dengan sporangiumnya
 5. Sporangium menghasilkan spora baru.

§  Reproduksi Seksual
Proses reproduksi seksual pada Zygomycotina adalah sebagai berikut :
1.      Dua ujung hifa yang berbeda, yaitu hifa (–) dan hifa (+) bersentuhan.
2.      Kedua ujung hifa menggelembung membentuk gametangium yang terdapat banyak inti haploid.
3.      Inti haploid gametangium melebur membentuk zigospora diploid.
4.       Zigospora berkecambah tumbuh menjadi sporangium.
5.      Di dalam sporangium terjadi meiosis dan menghasilkan spora haploid. Spora haploid keluar, jika jatuh di tempat cocok akan tumbuh menjadi hifa.

Berikut gambar daur hidup Zygomycotina :


2.      ASCOMYCOTINA
Reproduksi dapat dilakukan secara vegetatif (aseksual) dan generative (seksual).
§  Reproduksi Aseksual
Ø  Bersel Satu (Uniselluler) Dengan membentuk tunas, misalnya pada Sacharomyces cereviceae.
Ø  Bersel Banyak (Multiseluler) Dengan konidia (konidiospora), misalnya pada Penicillium.
Ø  Konidiospora, yaitu spora yang dihasilkan secara berantai berjumlah empat butir oleh ujung suatu hifa, hifa tersebut disebut konidiofor.

§  Reproduksi Seksual
Ø  Bersel satu
1.      Konjugasi antara dua gametangia (misalnya dua sel Sacharomyces, berfungsi sebagai gametangia), menghasilkan zigot diploid (2n).
2.      Zigot membesar menjadi askus.
3.      Di dalam askus terbentuk delapan askospora yang tersusun dalam dua jalur atau satu jalur.
4.      Di dalam askus terjadi meiosis dan terbentuk empat askospora haploid (n).
Ø  Bersel banyak
1.      Hifa membentuk antheridium dan askogonium (oogonium).
2.      Askogonium membentuk tonjolan yang disebut trikogen yang menghubungkan antara askogonium dan antheridium.
3.      Inti-inti askogonium berpasangan dan inti tersebut membelah membentuk hifa yang berisi satu pasang inti (hifa dikarion= hifa berinti dua).
4.      Hifa dikarion kemudian memanjang dan membentuk miselium yang akan membentuk badan buah.
5.      Selanjutnya ujung-ujung dikarion membentuk askus.
6.      Dua inti sel bersatu, kemudian mengadakan pembelahan meiosis, sehingga terbentuk askospora yang haploid.

Gambar siklus hidup Ascomycotina

3.      BASIDIOMYCOTINA
Reproduksi secara seksual dan aseksual.
Miselium ada 3 macam, yaitu:
1. Miselium primer, yaitu miselium yang sel-selnya berinti satu hasil pertumbuhan basidiospora.
2. Miselium sekunder, yaitu miselium yang sel-selnya berinti dua.
3.  Miselium tersier, yaitu miselium yang terdiri atas miselium sekunder yang terhimpun membentuk jaringan yang teratur pada pembentukan basidiokarp dan basidiofor yang menghasilkan basidiospora.

§  Aseksual
Ø  Dengan membentuk spora vegetatif berupa konidia atau dengan fragmentasi.
§  Seksual
Proses reproduksi seksual pada Basidiomycotina adalah sebagai berikut :
1.      Spora berinti haploid (+) dan haploid (–) tumbuh menjadi hifa (+) dan hifa (–).
2.      Hifa (+) dan hifa (–) akan melebur menjadi hifa dikariotik (2 inti).
3.      Hifa dikariotik tumbuh menjadi miselium dan akhirnya membentuk tubuh buah (basidiokarp).
4.      Ujung-ujung hifa pada basidiokarp menggelembung (disebut basidium) dan dua inti haploid menjadi satu inti diploid.
5.      Inti diploid membelah secara meiosis menjadi 4 inti haploid. Basidium membentuk 4 tonjolan dan masing-masing tonjolan diisi 1 inti haploid yang akan berkembang menjadi spora disebut basidiospora.
6.     

Basidiospora yang sudah masak akan terlepas dari basidium dan jika jatuh di tempat yang cocok akan tumbuh menjadi hifa.

Gambar daur hidup Basidiomycotina
4.      DEUTEROMYCOTINA
Reproduksi aseksual jamur ini dengan cara menghasilkan konidia, blastophora ( membentuk tunas ), dan arthrospora ( membentuk spora dengan benang hifa ). Cara reprodukasi seksualnya belum diketahui, sehingga dinamakan Fungi Imperfecti atau Jamur tidak sempurna. Sebagian besar jenis jamur ini bersifat parasit, dan sebagai penyebab penyakit-penyakit kulit pada manusia seperti penyakit kaki atlit, panu, kurap, kutu air dan lain sebagainya.



Lembar Kerja Siswa (LKS)
Mata Pelajaran            : Biologi
Kelas                           : X
Materi pokok               : Pengamatan Ciri-Ciri Morfologi Jamur
Guru Mata Pelajaran   : Muhammad Nuruddin
Kelompok                   :
1.    .................................
2.    .................................
3.    .................................
4.    .................................
5.    .................................
6.    .................................
7.    .................................
-            Alat dan Bahan
No
Alat dan Bahan
Jumlah
1
Mikroskop
Secukupnya
2
Kaca benda dan kaca penutup
Secukupnya
3
Lup dan tusuk gigi
Secukupnya
4
Tempe atau roti tawar basi
Secukupnya
5
Ascus cup
Secukupnya
6
Jamur kuping, jamur kayu, jamur tiram
Secukupnya

-            Prosedur kerja pengamatan;

A.    Pengamatan Jamur Zygomycotina
1.        Untuk mengamati jamur pada tempe, anda harus menggunakan tusuk gigi atau jarum untuk mengambil bintik hitam pada permukaan-permukaan tempe.
2.        Kemudian anda teteskan aquades diatas kaca benda lalu bintik hitam tersebut diletakan pada kaca benda yang telah diberi aquades,dan tutup dengan kaca penutup.
3.        Lalu amati morfologi jamur tempe tersebut dibawah mikroskop dengan hati-hati dan seksama
4.        Gambar hasil pengamatan anda dan beri keterangan morfologi jamur tersebut pada lembaran laporan kelompok anda.



B.     Pengamatan jamur Ascomycotina (Makroskopis)
1.        Mengambil jenis jamur makro yang tergolong Ascomycotina, apabila bahan atau contohnya tersedia yakni ascus cup, jika tidak maka pengamatan dilanjutkan pada jenis basidiomycota.
2.        Untuk mengamati morfologi jamur ini perlu menggunakan Lup (kaca pembesar), lalu gambarlah beserta keterangannya pada lembar laporan kelompok anda.
3.        Perlu diketahui : jamur yang tergolong Ascomycotina ini ada yang bersifat mikroskopis, diantaranya ialah Saccharomyces untuk pembuatan tapai dan roti, dan Aspergillus wentii untuk pembuatan kecap

C.     Pengamatan jamur Basidiomycotina
1.        Mengambil jamur tiram, atau jamur kayu, maupun jamur kuping yang telah anda bawa untuk diamati
2.        Lakukan pengamatan terhadap morfologi jamur tersebut, lalu gambarlah dan berikan keterangannya pada lembar laporan kelompok anda.




Tabel Hasil Pengamatan
No
Pengelompokan Jamur (fungi)
Contoh jamur beserta gambar hasil pengamatan
Keterangan Morfologi
1.
Zygomycotina






2.
Ascomycotina


3.
Basidiomycotina


4.
Deuteromycotina




Tidak ada komentar:

Posting Komentar